BINGUNG memilih kamera? Lihat ini...
4 Situs Review Kamera dan lensa Yang Layak Anda Kunjungi
Beberapa pembaca mengirim email mengenai kualitas sebuah kamera atau lensa yang akan mereka beli. Namun karena kamera dan lensa yang saya pakai sejauh ini jumlahnya bisa dihitung dengan tangan, saya tidak bisa menjawab semua pertanyaan yang dikirim. Adalah normal ketika anda mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kelebihan serta kekurangan sebuah kamera atau lensa yang sedang anda incar. Untuk harga yang tidak murah (kecuali anda paman gober he he…), kita harus tahu apa yang kita dapatkan.
Ada banyak cara untuk menggali informasi mengenai sebuah kamera atau lensa. Yang paling lazim adalah bertanya kepada yang sudah punya, baik lisan maupun online (forum fotografi sedang semarak). Namun jika jawaban teman belum memuaskan anda, anda punya beberapa sumber informasi terpercaya lain yang patut anda ketahui, yaitu situs review kamera maupun lensa.
Beberapa situs review kamera yang memiliki reputasi bagus biasanya ditangani oleh para profesional yang pekerjaan sehari-harinya memang menguji kamera dan lensa. Saya pilihkan disini beberapa yang dianggap hasil review-nya valid dan terpercaya. Silahkan:
- DP Review
- CNET Digital Camera CNET adalah situs teknologi terkemuka, dan mereka memiliki database review kamera digital yang cukup besar dan komplit, mulai dari kamera saku sampai dengan SLR. Kelebihan CNET adalah mereka memiliki memiliki sistem penggolongan kamera yang sangat rapi dan informatif: berdasarkan rentang harga, berdasarkan rating dari editor dan pemakai, berdasarkan merk dan fitur dll, sehingga anda akan sangat terbantu mencari dan membandingkan kualitas jenis kamera yang anda butuhkan.
- Camera Labs Camera Labs adalah situs khusus review kamera digital dan lensa. Jumlah dan jenis kamera yang telah mereka review cukup banyak dan lengkap dari kamera saku sampai SLR, sementara lensa hanya mencakup beberapa jenis dari merk utama.
Secara umum rating kualitas dari Camera Labs sangat mirip dengan DP Review. Klik Disini untuk menuju ke halaman review kamera digital dan lensa dari Camera Labs
- Photozone Photozone adalah sebuah situs dari Jerman yang memiliki spesialisasi di bidang review lensa SLR, meskipun mulai sekarang sudah merambah ke kamera digital. Hampir semua lensa dari segala jenis dan merk baik produsen utama maupun third party sudah direview secara lengkap. Kalau anda mencari situs rujukan review lensa terbaik, Photozone-lah tempatnya.
SHUTTER SPEED!! apa sih?
Secara definisi, shutter speed adalah rentang waktu saat shutter di kamera anda terbuka. Secara lebih mudah, shutter speed berarti waktu dimana sensor kita ‘melihat’ subyek yang akan kita foto. Gampangnya shutter speed adalah waktu antara kita memencet tombol shutter di kamera sampai tombol ini kembali ke posisi semula.
Supaya mudah, kita terjemahkan konsep ini dalam beberapa penggunaannya di kamera:
- Setting shutter speed sebesar 500 dalam kamera anda berarti rentang waktu sebanyak 1/500 (seperlimaratus) detik. Ya, sesingkat dan sekilat itu. Sementara untuk waktu eksposur sebanyak 30 detik, anda akan melihat tulisan seperti ini: 30’’
- Setting shutter speed di kamera anda biasanya dalam kelipatan 2, jadi kita akan melihat deretan seperti ini: 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30 dst. Kini hampir semua kamera juga mengijinkan setting 1/3 stop, jadi kurang lebih pergerakan shutter speed yang lebih rapat; 1/500, 1/400, 1/320, 1/250, 1/200, 1/160 … dst.
- Untuk menghasilkan foto yang tajam, gunakan shutter speed yang aman. Aturan aman dalam kebanyakan kondisi adalah setting shutter speed 1/60 atau lebih cepat, sehingga foto yang dihasilkan akan tajam dan aman dari hasil foto yang berbayang (blur/ tidak fokus). Kita bisa mengakali batas aman ini dengan tripod atau menggunakan fitur Image Stabilization (dibahas dalam posting mendatang)
- Batas shutter speed yang aman lainnya adalah: shutter speed kita harus lebih besar dari panjang lensa kita. Jadi kalau kita memakai lensa 50mm, gunakan shutter minimal 1/60 detik. Jika kita memakai lensa 17mm, gunakan shutter speed 1/30 det.
- Shutter speed untuk membekukan gerakan. Gunakan shutter speed setinggi mungkin yang bisa dicapai untuk membekukan gerakan. Semakin cepat obyek bergerak yang ingin kita bekukan dalam foto, akan semakin cepat shutter speed yang dibutuhkan. Untuk membekukan gerakan burung yang terbang misalnya, gunakan mode Shutter Priority dan set shutter speed di angka 1/1000 detik (idealnya ISO diset ke opsi auto) supaya hasilnya tajam. Kalau anda perhatikan, fotografer olahraga sangat mengidolakan mode S/Tv ini.
- Blur yang disengaja – shutter speed untuk menunjukkan efek gerakan. Ketika memotret benda bergerak, kita bisa secara sengaja melambatkan shutter speed kita untuk menunjukkan efek pergerakan. Pastikan anda mengikutkan minimal satu obyek diam sebagai jangkar foto tersebut. Coba perhatikan foto dibawah :
sumber : disini
6 Tips Memotret Potrait Wajah
Kadangkala kita diminta memotret wajah teman atau kenalan yang memiliki karakteristik wajah yang khas (dalam pengertian kurang baik, misalnya: hidung yang pesek, pipi tembem, kupingnya gede dll) – karena tiada manusia yang sempurna.
Kita bisa mencoba beberapa teknik pemotretan tertentu agar teman tadi tetap kelihatan oke, teknik pemotretan ini bertujuan mengurangi “efek negatif” dari karakteristik yang sudah disebutkan tadi.
Berikut tipsnya:
Kita bisa mencoba beberapa teknik pemotretan tertentu agar teman tadi tetap kelihatan oke, teknik pemotretan ini bertujuan mengurangi “efek negatif” dari karakteristik yang sudah disebutkan tadi.
Berikut tipsnya:
- Jika kepala teman anda botak, potretlah dari angle yang rendah (kamera agak mendongak keatas) dan jika anda menggunakan pencahayaan tambahan, usahakan agar tidak ada sumber cahaya yang memantul di kepalanya
- Jika wajahnya memiliki kerutan yang banyak, gunakan sumber cahaya yang arahnya dari depan, bukan dari samping. Cahaya yang datang dari samping akan memperjelas tekstur kerutan ini
- Jika teman anda telinganya gede, aturlah pose mereka supaya hanya satu telinga yang terlihat dan usahakan agar telinga yang terlihat ini tidak tampak menonjol
- Jika teman anda pesek, potretlah dari depan dan aturlah pose-nya agar muka menatap lurus ke depan.
- Jika teman anda dagunya berlipat dua, aturlah pose-nya agar menatap lurus ke kamera dan usahakan agar kepala agak condong ke depan sehingga lipatan dagu berkurang
- Jika wajah teman lumayan tembem, kasih tahu supaya diet (he he) lalu aturlah pose-nya agar menatap serong ke kanan atau kiri namun jangan sampai lurus ke samping, serong sedikit saja.
Langganan:
Komentar (Atom)








