Kalau saya sudah ingin upgrade kamera pocket saya, atau saya ingin beli DSLR sebaiknya saya beli kamera apa ya? Pertanyaan yang sering banget muncul kayaknya ya….aku coba share pendapatku deh, kali aja bisa membantu (Note:karena saya ahli canon, maka kebanyakan yang aku sarankan disini adalah kamera / lensa untuk canon. Tapi bukan berarti nikon atau merk lain kurang ok. Hanya saja saya kurang paham)
Body :
- untuk pemula dan hanya hobby saja saya sarankan beli Canon 1000D / 1100D (segera launch), 550D / 600D (segera launch) / Nikon D3000, D5000. Kamera ini relatif canggih dan harganya cukup kompetitif.
- Canon 1000/1100D adalah kelas paling low end, tapi sudah cukup memadahi dari segi kualitas gambar. Hanya saja kualitas body agak kurang enak kalau menurut saya. Kebanyakan plastik dan terasa “murah”
- Canon 500D adalah versi awal DSLR ekonomis yang menggunakan HD Video. Fiturnya lengkap, kualitas body ok dan hasilnya juga mantap. LCD nya mampu menampilkan foto dengan cemerlang.
- Canon 550D adalah versi upgrade dari 500D. Kalau ada dana lebih maka bisa membeli versi yang sudah lengkap dengan lensa kit 18-135. Versi upgrade ini memiliki keunggulan dalam hal HD Video yang lebih baik, LCD yang mendukung format wide. Lengkapnya bisa dibaca di The Digital Picture
- Sedangkan bagi yang cukup serius dengan hobbynya bisa mempertimbangkan Canon 50/60D dan tentunya 7D sebagai senjata andalan
- Canon seri 5D Mark II atau 1Ds Mark III / IV tidak saya sarankan kecuali anda memang punya dana berlebih atau mau menjadi profesional
Lensa (wide – medium) sebagai lensa umum / multi fungsi :
- Untuk lensa jenis wide – medium sebagai pemula / budget terbatas dapat menggunakan lensa kit Canon EF-S 18-55 f3.5-5.6 II IS (bawaan dari beli body camera). Range dan kualitasnya not bad
- Diatasnya anda bisa mempertimbangkan lensa Canon EF-S 18-135 f3.5-5.6 IS yang juga sering digabung dengan Canon 550D sebagai lensa kit. Lensa ini selain range nya cukup luas (18mm untuk landscape dan 135mm untuk human interest) kualitas gambar dan body lebih baik dibanding 18-55. Tentunya dengan harga yang sedikit lebih mahal.
- Apabila anda ingin upgrade tapi dengan harga yang relatif masih terjangkau coba lirik Tamron 17-50 f2.8 (budget recommendation). Lensa ini terkenal cukup murah tapi kualitas ketajaman lensanya jauh sekali dibandingkan lensa kit
- Lensa lain yang saya suka karena ketajaman, body yang profesional, warna yang indah dan harga yang relatif terjangkau adalah Canon 17-40 f4 L
- Untuk yang lebih profesional anda bisa coba Canon EF-S 17-55 f2.8 IS (sharp dan memiliki Image Stabilizer) atau Canon EF 16-35 II f2.8 (superb dan mahal)
- Salah satu lensa lain yang sangat berguna, super sharp dan relatif sangat murah (hanya sekitar 800rb) adalah Canon 50mm f1.8 II. Lensa ini superb untuk keperluan portrait photography.
- Lensa lensa super wide biasanya digunakan untuk foto landscape / arsitektur. Harganya tidak murah, tapi anda bisa memilih diantaranya Canon EF 10-22 f3.5-5.6 (highly recommended), atau Tokina 12-24, Tokina 11-16 atau Sigma 10-20
Lensa (medium – tele) :
- lensa jenis ini bisa digunakan untuk memotret dari binatang sampai model. beberapa pilihan ekonomis diantaranya : Canon EF-S 55-250 f4-5.6 IS (budget recommendation) atau Canon EF 70-300 f4-5.6 IS
- pilihan yang sedikit lebih mahal adalah Canon EF 70-200 f4 L (recommended), kualitasnya jauh meninggalkan pilihan pilihan diatas
- pilihan yang lebih mantap lagi adalah : Canon EF 70-200 f4 L IS (highly recommended), Canon EF 70-200 f2.8 L dan Canon EF 70-200 f2.8 L IS (most expensive, tapi memang highly recommended
Lensa fix lain yang juga menarik adalah EF 50mm f1.8 II. Lensa ini sangat murah, lensa termurah di antara jajaran canon lens. Tapi kualitasnya sendiri sebenarnya sangat baik.
Selain body dan lensa apalagi yang dibutuhkan? Hanya 3 lagi koq :
- Memory card, rekomendasi saya untuk memory card adalah sandisk 4GB atau 8GB. Bisa gunakan yang jenis Ultra II atau Extreme III. Sudah lebih dari cukup koq. Tidak perlu Extreme IV atau yang ukurannya 16GB. Tidak akan digunakan optimal kecuali anda menggunakan Canon 5dMarkII.
- Tas, kalau tidak ada tas lalu bawa – bawa kamera pakai apa? kalau saya suka dengan merk lowepro. Selain harganya cukup masuk akal kualitasnya juga cukup baik dan tahan lama. Mengenai jenisnya bisa pilih yang cocok dengan kebutuhan. Saya sendiri menggunakan jenis Minitrekker AW dan Rezo 190 AW.
- Dry box, ini tempat penyimpanan kamera dan lensa. biasanya dilengkapi dengan silica gel untuk menjaga kelembaban. Maklum di Indonesia yang udaranya lembab ini lensa menjadi mudah terjangkit penyakit yang paling mematikan (nomor 2 setelah penyakit jatuh dan rusak) bagi lensa, JAMUR. So lebih baik keluarkan dana sedikit untuk membelinya, daripada lensa anda yang mahal terjangkit penyakit. Kalau belum ada dana maka belilah kotak serbaguna kedap udara, misalnya merk Lock ‘n Lock, lalu beli silica gel untuk dimasukkan ke dalamnya. Sedangkan kalau dana berlebih maka bisa membeli Dry Cabinet sesuai kebutuhan. Apapun caranya yang namanya dry box hukumnya wajib untuk di Indonesia yang lembab.
So dari hasil diatas, tips yang bisa dirangkum untuk memilih sebuah kamera bagi pemula antara lain :
Kamera apakah yang sering dipakai teman – teman?
Kamera yang sering dipakai teman – teman juga bisa mempengaruhi keputusan kita. Jika teman-teman banyak memakai Canon, misalnya, belilah Canon. Jika mereka memakai Nikon, belilah Nikon. Ini akan memudahkan kita dalam kasus “meminjam lensa gratis.” Sebuah trik dasar yang layak dicoba, namun lebih baik jika istilah-nya diganti menjadi “saling bertukar lensa.” Jadi kita tidak modal dengkul saja.Kemudahan dalam servis dan purna jual
Usahakan sebisa mungkin anda membeli kamera dari toko lokal di kota anda, kalaupun tidak usahakan membeli dari kota terdekat. Saat kamera butuh diservis atau di bersihkan sensornya misalnya, pelayanan akan lebih cepat dibandingkan harus mengirimkannya via paket dsb. Di samping itu, kita mungkin diperbolehkan meminjam gratis kamera cadangan yang disediakan toko selama kamera diservis (karena servis kamera biasanya butuh waktu yang cukup lama). Hal ini kadang lebih penting dibanding selisih harga yang tidak terlalu banyak. Juga layak dipertimbangkan adalah seberapa baik reputasi sebuah produsen kamera melayani keluhan pelanggannya.Berapa anggaran kita
Anggaran merupakan faktor penting dalam menentukan kamera yang akan dibeli. Berdamai-lah dengan uang, membangun sistem SLR tidak hanya membutuhkan kamera, namun juga lensa dan beberapa aksesori penting lainnya (software pengolah foto, komputer, tripod, filter, flash, tas kamera, batere cadangan dll). Kalau dikantong ada Rp.20 Juta, tidak bijak kalau semuanya dihabiskan untuk kamera saja. Membangun sistem SLR adalah jalan panjang yang bisa menguras isi kantong jika tidak disiplin anggaran. Ada saran dari fotografer senior bahwa memiliki lensa yang berkualitas membuat foto kita lebih bagus dibanding jika memiliki kamera bagus namun lensanya jelek.Seberapa serius anda
Penting ditanyakan adalah seberapa serius anda ingin terjun ke dunia fotografi. Jika sejak awal anda ingin terjun serius ke dalam fotografi, jangan jauh – jauh dari Nikon atau Canon. Kedua produsen ini adalah penguasa pasar kamera SLR. Delapan dari 10 kamera SLR memiliki logo Canon atau Nikon di body-nya (masing-masing sekitar 40%). kenapa mereka bisa sebegitu dominan? jawabannya adalah karena mereka juga serius. Fotografer pro pada waktunya akan memerlukan lensa atau aksesori khusus untuk memenuhi kebutuhan kerjanya. Flash khusus macro atau lensa 600mm dengan stabilizer misalnya, Nikon dan Canon menyediakan beragam aksesori yang bisa memenuhi kebutuhan kita, dan lebih penting lagi stok-nya tersedia di kota kita (atau paling tidak di Jakarta). Berbeda kalau kita tidak punya tuntutan “segila” itu, saya rasa salah satu dari 9 merek diatas akan mampu mencukupi kebutuhan kita.
Selamat berbelanja, dan paling penting … selamat memotret !!!
Flowchart cara pilih body & lensa
langkah 1
Langkah 2
Langkah 3








